Beranda > ceritaku > Lah,Emak mu mana?

Lah,Emak mu mana?

Starter motor bunyi saat matahari menyinari tembok putih yang basah oleh hujan semalam.Suara menderu saut-sautan dengan rengekan Egi yang minta kerumah nenek.Memanaskan motor memang kerap kali dilakukan saat pagi hari ketika Pak Rangga hendak pergi.

Hari itu tidak seperti biasanya semua bersiap-siap karena hari itu hari minggu, hari dimana biasa keluarga pak Rangga pergi kerumah neneknya untuk silahturahmi. Egi,Ragil adik kakak yang lucu-lucu.memang tingkah Egi sedikit bandel. Saat jam 8 pagi semua sudah beres kedua anak siap membonceng dibelakang mengendarai si kuda besi hitam. Ibunya anak-anak pun menenteng tas hitam berisikan barang-barang.

“Wah Bensin abis ni ma”kata pak Rangga,nanti kita mampir dulu beli besin di depan ya. Selang beberapa saat si emak mengencangkan tali Helm.ngeeeeng..berangkatlah motor dengan membawa serta Egi dan ragil di belakangnya.maen tancep gas aja.Fikir si Emak ooh mungkin si bapak beli bensin dulu di depan.

Usut punya usut Egi nan polos menarik-narik jaket Bapaknya memberikan sinyal. Sang bapak bilang ke Egi “bapak lagi nyetir nih jangan tarik-tarik ah”.Lain lagi Ragil yang sedikit lebih tua umurnya dari Egi Cuma diam terpakumendekap bapaknya.

25km terlewati jalan dengan lumayan kencang.Perasaan Pak Rangga mulai ga enak.Tumben ibu mu diam aja dalam hati ..ciiiiiiit rem di injak, lampu merah melotot menandakan harus berhenti.Kaca helm pak Rangga di buka dia menoleh ke belakang?Hah terkejut dia, dan berkata” Emak mu manaaaa???”Betapa kagetnya dia saat mendapati Ibunya anak-anak tidak ada di belakang.ternyata sang Emak masih ada dirumah.ketinggalan.weh weh weh..

Si Emak sewot minta ampun menunggu Pak rangga yang tak kunjung datang.Dia tidak menyadari bahwa mengira semua baik-baik aja, sedangkan Bapaknya pun mengira si emak bonceng di belakang luar biasa kagetnya dan Huff..entah apa yang dipikirkan keduanya.siapa yang salah siapa yang benar ga tau deh.jarak lumayan jauh.untung kedua bocah selamat.

Kita tau dan menyadari akan betapa pentingnya komunikasi,cerita ini nyata adanya.Yang membuat saya tertawa terpingkal.Koq bisa ya?jadi pelajaran deh.Apa ada yang pernah mengalaminya?

  1. 17 Agustus 2010 pukul 15:48

    hehehe, Bu Rangganya ketinggalan yah. Miskomunikasi dan salah paham seperti ini memang bisa saja terjadi di keseharian kita

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: