Beranda > cerita menarik > Beraksi

Beraksi

Pada suatu ketika di pedalaman hutan amazon yang lebat terdapat sebuah perkampungan atau sekelompok kecil masyarakat primitif. Ada 2 penduduk disana yang satu berada di bawah bukit yang kaya sumber daya alamnya dan yang satu lagi berada di atas gunung, yang secara alam sumber-sumbernya sulit sehingga masyarakatnya masih ada yang kanibal suka makan sesama untuk mempertahankan hidupnya. Diantara keduanya dipisahkan hutan yang lebat yang terdapat binatang buas yang siap menghadang.

Suatu ketika masyarakat primitif kehabisan sediaan makanan. Masyarakat primitif golongan kanibal turun gunung untuk mendapatkan makanan, dengan cara sadis mereka merampok ,membunuh dan menculik kelompok penduduk yang ada di bawah bukit. Saat itu kelompok non kanibal karena tidak siap menghadapi serbuan kanibal, habislah harta benda makanan dan juga anak-anak mereka diculik.

Dengan segala upaya marah mereka menghadapi kenyataan ini semuanya hancur anak mereka di culik.”Bagaimana ini?”seru yang lain sambil menangis.Tidak terkecuali seorang Ibu yang marah sedih karena anak satu-satunya hilang menjadi korban penculikan warga kanibal.

Di saat itu para pemimpin mengadakan rapat,untuk mengatur siasat bagaimana kita dapat merebut anak-anak mereka yang diculik dan merampas kembali hak mereka.ada usul bagaimana jika kita lewat jalan darat,kita berangkat tengah malam saat mereka tertidur kita sergap.sebagian setuju dengan pendapat salah satu orang penggagas.lain lagi sahut seseorang, jangan kalau jalan darat hutan itu lebat dan banyak binatang buas,nanti kalau kita berangkat akan sangat berbahaya.keputusan itu pun urung dilakukan.Besoknya kembali merencanan hal serupa bagaimana jika lewat sungai.kita berenang lalu naik bukit kita mengendap-endap lalu menyergap..kembali termentahkan oleh salah seorang jangan nanti kalau jika bla bla bla..

Disisi lain ada seorang ibu yang berlari dengan badan penuh luka dan darah dari arah semak belukar dan dari arah hutan menuju krumunan orang-orang kampung.sambil menggendong anaknya.

Para penduduk terkaget-kaget melihat si ibu berhasil membawa pulang kembali anak yang di culik oleh kelompok perampok.Mereka bertanya penuh keheranan.”Bagaimana ibu bisa berhasil menyelamatkan dan membawa pulang anak ibu kembali?”Si Ibu menjawab “Saya tidak tau bagaimana saya bisa mengambil anak saya,yang saya tau ini anak saya dan tidak seorangpun bisa merebutnya dari saya”

Wow dahsyat banget dech.cerita itu saya lupa dapet dari mana atau mungkin ada yang salah dari ceritanya.Lepas dari itu dapat dipetik gimana pengorbanan seorang ibu demi anaknya.

Di lain pihak penduduk sedang rapat menyusun strategi ini dan itu tanpa aksi. si ibu langsung meluncur ganas menghajar dan menghadapi dengan penuh pengorbanan dan berhasil.huh bukankah Aksi = reaksi, kalo ga ada aksi ga ada reaksi.mulai sekarang beraksi lah dan kita ga tau itu salah apa benar jika salah cepat perbaiki dan jika berhasil luar biasa deh.Yang saya atau waktu tak penah akan kembali…

  1. 28 Juni 2010 pukul 20:36

    Kasih ibu sepanjang hayat…….salam.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: